Penayangan bulan lalu

Tampilkan postingan dengan label Tausiyah Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah Hidup. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Desember 2020

Syahdunya Subuh di Kampung Palutungan Kuningan

 



Perjalanan ke desa ini kudu ekstra hati-hati.

Dibarengi hujan dan gelapnya malam, membuat jalan begitu pekat, karena hanya 5-10 meter saja jarak pandang penuh kabut.

Kang Ade Kurniawan, Ceo KMO Indonesia, yang menjalankan mobil kala itu, sesekali bergumam menyebut Asma-Nya.

Gimana tidak?

Jalanan yang berkelok, landai, kabut tebal dibarengi hujan, sehingga kalau kurang konsentrasi alamat terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

 

 

Berrrr…… Dingin sekali…

Maklum saja Kawasan yang merupakan desa Cisantana, kecamatan Cigugur kabupaten Kuningan ini berada di 1100 DPL (Di atas Permukaan Laut).

Memasuki kawasan ini, kesejukannya begitu terasa. Hawa dingin dan airnya bagai air es ini membuat sebagian besar ber-22 rombongan kami tak berani mandi malam-malam. Padahal seharian sebelumnya kami baru saja melakukan meeting akhir tahun 2020.

 

 

Saya sendiri memberanikan membasuh badan ini sekitar jam 03.00.

Tinggal di Home Stay banyakan kaya gini,sudah dipastikan ngantri di kamar mandi. Itulah alasan mandi lebih pagi.

 

 

Nyesss…. air dingin serasa menusuk hingga ke tulang belulang.

Mungkin inilah sensasinya, sehingga bisa merasakan bagaimana dinginnya mandi di kampung teratas, yang merupakan kaki Gunung Ceremai.

 

 

Pemandangan menakjubkan bagi saya, ketika adzan Shubuh berkumandang.

Ah… bener-bener terasa tantangannya.

Langkah kaki ini harus rela, ditemani hawa dingin yang begitu menggigit kulit.

Sebuah masjid besar yang mungkin bisa menampung dua ribuan jamaah berdiri kokoh tak jauh dari tempat kami menginap.

 

 

Hati saya berpikir, “Gede amat ini masjid, padahal Cuma sekelas masjid kampung”.

Ternyata, pikiran saya dipatahkan dengan banyaknya masyarakat berbondong-bondong mendatangi rumah Allah ini. Bapak-bapak mengajak anak lelakinya,dan ada beberapa jamaah perempuan yang ikut shalat di belakang.

 

 

Saya kira, paling Cuma 10 atau 20 orang kalau sholat shubuh begini mah, apa lagi Palutungan kan kampung. Sehingga masyarakatnya tak sepadat kalau di kota.

Lagi-lagi obrolan dalam hati ini sirna ketika jama’ah mendekati iqomah malah berjumlah makin banyak.

Saya hitung satu shaf ada 60 orang, yang ikut sholat ada 3 shaf ditambah jamaah perempuan 1 shaf.

 

Luar biasa kebiasaan di kampung ini, tentu membuat saya bertanya-tanya dibawah kendali siapa sehingga ketaa’atan warganya begitu kuat dalam melaksanakan beragama.

Apakah karena ketokohan sang Kiyai atau seseorang yang pandai menggaet hati jamaah sehingga mau berbondong-bondong datang shalat berjama’ah.

Ini sholat shubuh, entahlah mungkin kalau maghrib akan lebih banyak lagi.

Kemegahan bangunan masjid sebanding dengan indahnya lantunan sang imam yang begitu lantang dan memikat hati. Mungkin karena hari jum’at atau memang tiap shubuh, warganya setelah berwirid lalu membaca QS Yasin berjamaah dengan lantunan yang tartil. Tak ada kesan terburu-buru dalam membacanya, tapi begitu menikmatinya.

Dari pengalaman ini, sepertinya saya tertantang ingin kembali lagi ke masjid ini. Insya Allah.

______

Oia, sebagai tambahan info bahwa dibalik keta'atan beragama di desa Cisantana ini, ada tempat wisata kaum Nasrani loh, yakni Goa Fatima Sawer Rahmat yang dibangun 38 tahun yang lalu.

 

 

Hal ini tak heran, karena kec Cigugur merupakan pusat penyebaran agama Kristen di Jawa Barat selain Kec. Cikembar di kabupaten Sukabumi.

#JalanJalanBersamaKmo

#MajulahTerusKmoIndonesia

Senin, 25 Maret 2019

Umrohkan Aku Ya Allah

umroh bareng ippho santosa
Bersama Ippho Santosa Motivator Indonesia


Betapa bahagianya hidup ini tatkala yang jadi idaman menjadi kenyataan. Aral dan rintangan berubah jadi kenangan indah setelah berhasil dilewati.
Bagi yang berhasil tentu akan merasa senang bukan? Namun bagi yang belum, janganlah berkecil hati karena Allah tak akan lupa untuk mencatat usaha kita.


Usaha dan doa bagaikan sebuah kata kembar yang sangat mudah diucapkan, namun banyak orang menyerah dalam melaksanakan.


Berdoa laksana mengayuh sepeda, lanjutkan terus kalau ingin sampai ke tujuan. Di saat roda sepeda berputar, dia akan mengalami jalanan yang aneka rupa. Lancar, terjal, bebatuan, licin, dan masih banyak ragam yang harus dilewati. Hanya satu keyakinan, yakni "JANGAN MENYERAH".
Jangan berhenti berdoa, karena "Berdoa adalah senjata orang mukmin".


Dalam tulisan kali ini, saya hanya ingin berbagi bagaimana dahsyatnya sebuah doa, yang bekerja menghampiri pengalaman hidup saya.

Di penghujung tahun 2011, saya menghadiri training "Financial Plane" yang dibawakan oleh pakar Financial Planer Syar'i yang cukup dikenal di kota Bandung yakni Agus Rijal. Di kalangan masyarakat barangkali kita lebih mengenal dengan Safir Senduk atau Ahmad Ghazali yang lebih dahulu berprofesi sebagai perencana keuangan. Namun yang menarik dari Agus Rizal ini, selalu mengupas tuntas bagaimana seseorang mengelola keuangan namun lebih nyunnah dengan bersandar Alqur'an dan hadits. Setiap Rabu pagi, rubrik "Perencanaan Keuangan Keluarga" menjadi acara Favorite saya, yang dibawakan beliau di radio inspiring MQ FM.


Ada yang menarik dari bahasan beliau, yakni perencanaan Haji dan Umroh. Sebagai muslim yang mendambakan ke tanah suci, sudah barang tentu hal ini akan menoreh kepenasaran. Bagaimana sih caranya, apakah mungkin saya yang berpenghasilan kecil dapat menunaikan ibadah spesial dalam Islam ini? Lebih lanjut di awal 2012, Agus Rijal menerbitkan buku yang judulnya cukup fenomenal, yakni "Berhaji Dengan 100 Ribu". Buku yang bikin penasaran bagi insan-insan yang rindu Baitullah.

kubah hijau rasulullah, umroh penuh berkah
Masjid Nabawi dengan Kubah Hijaunya

Inti dari buku tersebut adalah kedisiplinan kita dalam membelanjakan rutin keuangan sesuai syariah, yang menjembatani untuk menggapai harapan dalam berhaji, qurban dan umroh.


Mulailah tahun 2012 saya memberanikan diri membuka tabungan haji/Umroh. Bulan-bulan pertama saya sisihkan 100 ribu per bulan. Namun seiring berjalannya waktu saya menambah nominal menjadi 250 ribu. Dengan setoran bulanan seperti itu berarti tahun 2022 baru bisa order kursi untuk beribadah haji. Lama banget ya, harus 10 tahun menunggu. Itu baru untuk sendiri, belum lagi buat istri.



Rayuan cara cepat pun dijalani, seorang teman memperkenalkan investasi yang katanya Syar'i. "pokoknya yakin deh, ini investasi sesuai syariah dan jangan takut kena tipuan". Demikian kata-kata manis yang diucapkan teman tersebut.
Tak perlu saya sebutkan skema pembagian bagi hasilnya, yang jelas hanya dalam hitungan hari, saya menutup rekening haji dan uangnya dipindahkan ke investasi ini.
".... Lumayan banget pokoknya, saya bisa mensiasati tabungan berlipat dengan tak harus menunggu puluhan tahun..."
Investasi berjalan, dalam bulan pertama dan kedua, rekening bertambah 10% dari investasi tersebut. Baru di hitungan bulan ke-3, mulai gelisah karena uang tak kunjung di transfer. Barulah di bulan ke-4, kalau ternyata dia masuk penjara karena ketahuan melakukan aksi investasi bodong.


Astaghfirullah.....!
Serasa dipukul mundur untuk kembali ke belakang, karena tabungan haji habis dan tak ada harapan uang itu akan kembali.
Dengan sisa semangat yang ada, mulailah saya lebih introspeksi diri, membenahi jiwa dan belajar dari kesalahan. Satu hal yang tak pernah berhenti, yakni tetap berdoa setiap hari agar Allah memanggil saya ke baitullah.
Waktu terus berjalan.
Dalam sebuah penantian berharap akan panggilan Ilahi, usaha toko kelontong yang menjadi tumpuan hidup keluarga mengalami kebangkrutan sebangkrut-bangkrutnya. Pertengahan 2017, pemilik toko memutuskan agar saya tak memperpanjang kontrakannya. Tak ada pilihan lain kecuali pasrah, dan mengikuti kemauan sang empunya.


Solusi yang ada kala itu, yakni pindah kontrakan yang agak murah. Setelah  kontrakan dapat dan kami mulai berjuang serasa tahun 2007 ketika merintis usaha dagang ini. Walaupun suasana sangat berbeda, kalau di tahun 2007 kami masih punya tanggungan satu anak yang baru berumur 4 tahun, sementara saat ini memiliki amanah 3 anak dan membutuhkan biaya besar karena sudah sekolah.
Namun persaingan tak bisa dihindari. Tak jauh dari toko saya ada grosir yang sudah cukup punya branding dengan  harga murah. Omset pun hanya 10% dari toko sebelumnya. Ya... omset toko saya terjun bebas 90% dan hanya bertahan enam bulan, toko kami tutup dan uang tabungan tak sanggup lagi memenuhi biaya operasional.


Allah Tak Pernah Tidur

Kepanikan tak akan mengubah seseorang. Apa lagi putus asa akan keadaan, dengan menyalahkan Tuhan yang Maha Pengatur.
Dalam keadaan pada titik nadir sekalipun, ada Allah yang selalu sayang. Kecintaan-Nya hadir melalui kebangkrutan yang saya alami, agar kembali berlari kepada-Nya.
Mengharap, mengiba, memohon ampun dan meminta agar dibukakan jalan yang terbaik.
Pertengahan bulan September 2017, seseorang kenalan di medsos menelepon saya dan menawarkan kerjasama. Dia seorang penulis yang sedang merintis usaha  publishing. Kami memang akrab di FB, tapi secara pribadi belum banyak mengenal. Saya ditawari kerja dengan gaji yang minimalis (sesuai UMR). Tawaran tak langsung saya terima, butuh waktu untuk memutuskan hingga satu bulan. Shalat istikhoroh dilakukan untuk mencari jawaban akan tawaran yang diberikan ini.Setelah hati merasa mantap, barulah berani mengatakan YA.


Sebenarnya saya memiliki karakter yang mungkin tak bisa diubah, yakni tak cepat mengambil sebuah keputusan. Orang di sekeliling saya bilangnya, "Ah kang Tiesna mah suka banyak pertimbangan".
Sebenarnya alasannya sederhana, karena tak mau salah dalam memnentukan pilihan. Apalagi beberapa kali pernah mengalami ditipu orang, sehingga kehati-hatian menjadi tolok ukur. Alasan kebutuhan yang mendesaklah akhirnya saya terima tawaran teman ini, karena keluarga perlu diurus. Terlebih anak sulung yang sudah masuk SMP dan mondok di sebuah pesantren Sukabumi. Walaupun saya sadar dengan gaji yang ditawarkan tentunya tak akan menutup kebutuhan kami sekeluarga.


Keyakinan saya begitu besar, dan percaya kalau ini adalah sebuah jawaban dari apa yang jadi untaian doa. Ingatlah "Tuhan Tak Pernah Tidur".
Akhirnya saya terima tawaran ini. Walaupun sempat mengalami masa plin-plan, sehingga butuh waktu sebulan untuk menjawabnya. Mulailah hijrah ke Cirebon di awal Oktober 2017, dengan membawa asa bahwa esok akan lebih baik.


Maret 2018

Setengah tahun berlalu, yang awalnya profesi saya seorang pengusaha, kini berubah menjadi seorang karyawan salah satu publishing.
Hal ini tentu butuh edukasi diri, terutama mengenyampingkan ego yang tak mau diatur orang lain. Namun hari ini harus kerja sebagai seorang karyawan dengan gaji yang jauh dari mencukupi.
Alhamdulillah proses adaptasi tak terlalu lama, dan saya pun mampu menyelesaikan akan apa yang harus menjadi kewajiban. Bersyukur karena pimpinan di perusahaan ini memiliki bekal agama yang cukup baik. Sistem kerja dengan kultur islami tapi memegang teguh kedisiplinan. Hubungan  antar tim bagai keluarga kedua saya. Keyakinan terus bertambah kalau perusahaan ini akan terus berkembang pesat.


Di suatu pagi, medium maret 2018. Pimpinan perusahaan menyuruh saya memasuki ruangannya. Tanya yang berkecamuk dalam dada, memenuhi relung hati yang terdalam. Ada apa gerangan?
"Kang Tiesna, beberapa hari lalu saya pernah nyuruh bikin paspor. Sudah dilaksanakan belum?" Demikian kalimat awal yang terlontar dari mulutnya.
"Belum", jawab saya masih dihiasi tanya, dan siap mendengar akan apa yang akan diomongin selanjutnya.
"Kang Tiesna siap ya umroh?" Imbuhnya
"Hihihi... Mau sih umroh, tapi dari mana bayarnya?" Jawab saya, yang memang tak siap buat Umroh. "Boro-boro buat pergi ke tanah suci, untuk biaya satu anak sekolah aja masih jauh dari cukup". Sambung saya bicara jujur.
"Oke, kang Tiesna saya undang ke ruangan ini, mau ngasih tahu bahwa tahun depan kita umroh bareng. Nanti perusahaan akan membayar setengah dari cicilan ke travel selama 11 bulan" Pimpinan saya mulai serius.
"Baiklah saya kasih waktu dua hari ya, untuk bisa memutuskan. Silahkan berunding dulu dengan istri dan keluarga" Pungkasnya dalam pembicaraan pagi itu.

Bersama Tendi Murti Founder KMO Indoesia yang mengajak saya Umroh



Pembicaraan cukup serius bersama istri, karena dipotong gaji walau sejuta tiap bulan, benar-benar membutuhkan kelapangan hati.
Rasa ragu sangat, berkeliaran di otak ini. Maklum yang tahu perekonomian keluarga hanya saya dan istri. Mengayomi tiga anak dengan gaji pas-pasan bahkan kurang, tentunya membutuhkan pemikiran yang super matang.


"Pak, mamah ikhlas aja gaji dipotong tiap bulan, mungkin ini kesempatan Bapak untuk mewujudkan cita-cita untuk berumroh. Bismillah aja pak, Allah akan membantu kita". Kalimat indah ini terlontar dari sang istri, dia merelakan haknya dipotong yang tentunya akan menjadi perjuangan seorang ibu rumah tangga untuk memangkas anggaran rumah tangga. Sementara keuangan kami hanya mengandalkan upah hasil kerja, tak punya sampingan lain. Hanya sekali-kali ada yang mampir ke lapak jualan online, yang memang tak digeluti dengan serius karena keterbatasan waktu untuk bekerja.
Keikhlasan hati seorang istri inilah yang membuat saya lebih yakin.
Sesaat bergeming, tiada kata yang terucap. Istriku yang kala itu membelakangi, seolah dia tak berani mengungkapkan kalimat tersebut. Tembok yang membisu menjadi saksi titik-titik air yang menggenangi sudut matanya. Kulingkarkan kedua tangan ini, memeluk dari belakang dengan maksud menguatkan hatinya. Ungkapan terimakasih yang keluar dari mulut ini, hanya dibumbui senyum bercampur kegetiran.


Kebulatan hati setelah mendapat izin istri, selanjutnya saya minta doa restu kedua orang tua. Umi dan abah tangisnya pecah di ujung telpon sana. Ungkapan doa dan tasyakur yang beliau lontarkan masih terngiang hingga sekarang. Mereka benar-benar menjadi penyemangat setiap saat,walaupun anaknya ini sudah menjadi orang tua. Namun kasih sayangnya tak pernah pudar. Bahkan aku beranggapan kalau kabar baik ini adalah ratapan orang tua dalam bisikan doa-doanya. Semoga kelak kami bisa berkumpul terus di Jannah-Nya.


Perusahaan tempat kami bekerja bernama KMO Indonesia. Sebuah perusahaan yang berangkat dari sebuah komunitas menulis yang digagas oleh Tendi Murti. Produk yang dihasilkan perusahaan ini berupa kelas menulis dan buku inspritaif. Buku-buku yang dihasilkan memiliki ghirah agar pembaca bisa mendapat inspirasi dan pelajaran berharga dalam kehidupannya. Baik buka Fiksi atau non fiksi.

Sebagai bagian yang bekerja di perusahaan ini, tentu banyak pelajaran yang dapat diambil. Terutama buku-buku yang diterbitkan oleh kami, isinya banyak membuka wawasan saya dalam mengarungi kehidupan ini. Saat itu buku yang diterbitkan belumlah banyak, maklum namanya juga penerbit pendatang baru. "Diary Garputala" adalah buku terbaru kala itu, yang ditulis oleh Motivator Magnet Rezeki. Walaupun cita-cita saya untuk mengikuti "Camp Magnet Rezeki" belum kesampaian, namun buku ini dan yang sebelumnya yakni "Rahasia Magnet Rezeki" semakin mengasah keterampilan saya dalam mengelola kata dan cara pandang yang lebih baik.

Maret 2019 Berangkat Umroh

Bulan maret ini menjadi bulan yang penuh kesibukan, di tengah-tengah sibuknya pengiriman buku terbaru terbitan penerbit kami, saya juga masih mengurus hal ikhwal untuk keberangkatan Umroh. Dimulai bikin pasport, vaksin meningitis, rekam biometrik bahkan ngurusin baju seragam untuk keberangkatan. Sadar tak bisa ditangani sendiri akhirnya untuk urusan yang bisa diwakilkan saya wakilkan ke orang lain.


Tibalah saatnya jadwal keberangkatan 17 maret 2019, merupakan hari yang sangat bersejarah dalam hidup saya. Pertama kalinya saya memandang hamparan awan yang mengarak bagaikan kapas. Birunya laut dan gugusan pulau kini terlihat nyata, bukan sekedar bisa dilihat di televisi.
Subhanallah...
Kaki ini serasa dimanja Allah dengan menapaki kota Madinah. Sebuah kota yang didalamnya penuh keberkahan dan di kota inilah tempat baginda nabi bersemayam.
Kurang lebih jam 9 malam waktu Arabia, kami menapakai kota Nabi ini.
Kemegahan masjid Nabawi yang bila orang melakukan kebaikan maka setara pahalanya dengan 1000 x lipat dibanding dengan beribadah di luar masjid nabawi kecuali masjidil haram.Menara setinggi 105 meter yang selama ini hanya bisa saya di lihat di kalender, hari ini malah terlihat jelas di depan mata.
Berekesempatan hadir dalam kajian Alquran dengan peserta dari berbagai negara


Barokalloh... rasa haru teramat dalam melihat hilir mudiknya orang menyemut berharap ridho Allah. Sesaknya Raudhah untuk berdoa agar diijabah tak pernah sepi pengunjung. Lantunan adzan dan imam masjid yang merdu menjelma menjadi kenangan yang tak akan terlupakan. Ingin rasanya berlama-lama di sini, namun waktu jua yang memaksaku untuk keluar kota ini dan berangkat ke Makkah Al-Mukarromah.


Tujuan utama ke Makkah adalah untuk melaksanakan ibadah Umroh. Ketika mengambil Miqot di Masjid Abyar Ali, pakaian ihrom sudah membalut tubuh ini. Getaran bahagia dan haru menyelimuti sekujur jiwa raga. Subhanallah.....
"Ya Rabb... Terimakasih Engkau telah mengumrohkan diriku....."


Sejenak saya menghitung ulang, tentang biaya yang dikeluarkan untuk mencapai ke Baitullah ini. Seperti telah saya ungkapkan diatas, kalau saya sempat tertipu untuk mengikuti investasi bodong yang berakibat uang tabungan umroh/haji saya raib. Penyetoran ke investor bodong itu dua kali penyetoran. Pertama saya setor 8.000.000 dan yang ke-2 adalah 3.000.000 totalnya adalah 11.000.000,-. Entah kebetulan atau bukan, ternyata perusahaan tempat saya bekerja, mensubsidi setoran umroh  adalah sebesar 11.000.000. Wallahu'alam


Inilah sekelumit kisah perjalan saya dalam menggapai cita-cita untuk berumroh. Banyak halangan yang harus dijalani, kuncinya adalah sabar dan jangan letih untuk selalu berdo'a. Berkhusnudzon selalu kepada Allah, nikmati apa aja yang didapatkan di depan mata kita. Yakinlah bahwa yang ada di hadapan kita adalah anugerah terindah yang Allah berikan.


Jeddah, 25 Maret 2019

Selasa, 06 Desember 2016

SELAMAT JALAN BAPAK MERTUA

Bersama bapak Kewo sang mertua



BAPAK MERTUA, sejak lima hari lalu sudah meninggalkan kami untuk selamanya. Ingin sekali memeberikan kabar duka ini sesegera mungkin. Tapi sayang sekali,  sesaat bapak menghembuskan nafas terakhirnya, handphone saya pun ikut-ikutan tak bernyawa. “MATOT alias Mati Total”...... otomatis saya ga bisa wa,telegram, bbm atau main medsos lainnya. Kebetulan Lepi juga ga dibawa, karena pikir saya, aktivitas menulis bisa menggunakan note yang ada di Handphone. Tapi ya sudah, sambil menghibur diri, barangkali ini cara Allah agar saya lebih konsentrasi dengan suasana kebersamaan dalam keluarga sehingga tak terinterupsi oleh yang namanya gadget.

Hari selasa (29 november 2016), di group whatsapp hilir mudik berbagi topik pembicaraan. Dan yang paling santer kala itu, rencana aksi damai 212. Sementara saya disibukkan dengan pesan-pesan  dan telpon dari sang istri kalau ternyata kondisi bapak makin memburuk, bahkan semakin memprihatinkan.  Mendengar berita seprti itu, berarti  harus mempercepat pulang kampung nih. Sambil nunggu si sulung yang masih di sekolah, saya merasa super sibuk sendiri.  Perabotan bekas makan yang sudah dua hari menumpuk dan cucian yang sudah direndam dari pagi, belum sempat terjamah. Alhamdulillah, menjelang maghrib kami siap pulkam dengan keadaan yang lumayan rapih untuk kondisi rumah yang akan ditinggalkan beberapa hari.

Dini hari, sampai juga ke kampung Cidahu Kuningan. Dua kakak ipar sudah menunggu di depan rumah. Sementara di dalam rumah, keluarga yang lain pada nungguin bapak yang Kondisinya yang sangat melemah, bahkan kabarnya sudah dua hari ini tak  masuk apa-apa ke mulutnya. Beribu kecamuk dalam dada bercampur dengan rasa sedih di hati, karena detik-detik perpisahan sepertinya tak bisa dibendung lagi. Ingin rasanya menumpahkan segala sesal dalam jiwa, karena belum berbakti dan membalas segala kebaikannya. Semua tertahan, dan hanya terucap di mulut, “maafkan saya pak....” Bapak tak menyahut, tapi saya berharap beliau masih bisa mendengar walau tak berbalas dengan sahutan.

Waktu dhuha kira-kira jam 10’an tangis ibu mertua dibarengi isteri dan bi Ooh adiknya bapak memecah suasana kamar waktu itu. Lapadz Allah yang kami lantunkan, seolah memaksa agar telinga dan hati bapak mengikutinya. Hanya satu yang kami pinta “khusnul khotimah”. Emih (ibu mertua) yang sedari tadi tak melepaskan mulutnya di telinga Bapak, seolah tak menerima akan perpisahan ini.Perlahan tapi pasti bapakpun menghembuskan nafasnya yang terakhir kali. Inna lillaahi wainna ilaihi rojiun.

Selamat jalan Bapak, kami akan mengenang jasamu, kami akan selalu memanjatkan doa untukmu. Agar engkau di terima iman, amal dan islamnya. Diampuni segala dosanya, dan Surga tempat kembalinya.

Tidak menunggu lama, berbondong-bondong tetangga datang. Kabar tersiar cepat ke seantero desa. Saya sendiri merasa terpana, begitu kentalnya rasa saling asih di desa ini. sebuah pemandangan langka kalau dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Sampai saya bilang ke si sulung,”ini pertanda kalau abahmu orang baik”. “emangnya kenapa gitu, apa alasannya?” timpal Azkiya ankku. “Buktinya banyak sekali yang melayat, bahkan di hari setelahnyapun, masih ada saja yang datang walau sekedar ngucapin belasungkawa”.

Karena gotong royong yang masih pekat pula, prosesi pemakaman sangat cepat, tidak sampai asyar semua kewajiban terhadap mayat sudah selesai ditunaikan. Alhamdulillah.





Minggu, 28 Agustus 2016

RESUME BUKU KOMITMEN MUSLIM SEJATI

Oleh : Tiesna Sutisna



BAB SATU : APA ARTINYA SAYA MENGAKU ISLAM

            Menjadi seorang muslim sejak lahir, bukan berarti hanya menerima saja akan apa yang diberikan atau diajarkan orangtua. Tapi untuk menjadi muslim sejati dibutuhkan perjuangan yang sangat. Jangan sampai apa yang sudah di tangan harus terlepas begitu saja. Ironis, kalau orangtua sudah emperkenalkan islam pada kita, tapi akhirnya kita terhempas ke kubangan neraka.
            Agar terhindar dari kengerian itu, setidaknya seorang muslim harus bisa mengislamkan empat kriteria vital yang harus diperjuangkan.

1.      Saya harus mengislamkan akidah saya.

Hal ini merupakan upaya pertama yang harus ditancapkan ke dalam hati kita. Jangan sampai ada virus-virus kemusyrikan yang merongrong akidah. Berdialog secara kontinue kepada Allah baik melalui shalat atau tidak, seperti mentafakuri alam misalnya.  Segala yang diciptakan-Nya bukanlah sesuatu yang kebetulan, tapi semata-mata telah Allah rancang sedemikian rupa agar semua bermakna. Makanya Allah memperkenalkan dengan nama-nama indah berupa asmaul husna yang tak ada keraguan didalamnya bahwa Allah Maha satu dala sifatnya.

2.      Saya harus mengislamkan ibadah saya.

Ibadah merupakan puncak ketundukkan dan puncak kesadaran akan keagungan ma’bud. Dan dengan ibadah ini merupakan interaksi istimewa antara khalik dan makhluk. Sekuat mungkin, seorang muslim harus mengazamkan bahwa setiap detik dalam kehidupannya adalah ibadah. Karena sejatinya seorang muslim diciptakan adalah untuk beribadah. Melakukan ibadah yang terus bersambung dan penelaahan setiap saat, maka akan ada gairah yang muncul berupa peningkatan hidup yang berkwalitas. Kebiasaan-kebiasaan dalam keseharianpun dengan sendirinya akan bertambah bagus, sehingga semua aktifitas selalu dikaitkan kepada Allah azza wazala.

3.      Saya harus mengislamkan akhlak saya

Akhlak merupakan buahnya keimanan dan keislaman seseorang, sehingga kala pengadilan di akhirat nanti, akhlak baik bisa menjadi pemberat dalam amal. Oleh karena itu, seorang muslim seharusnya mengupgrade akhlaknya setiap saat. Selalu bertanya ke dalam diri, apakah akhlak sudah sesuai aturan islam atau tidak.

Ada beberapa akhlak seorang muslim yang harus melekat selama hayat di kandung badan.
·         Bersikap wara (hati-hati) terhadap syubhat
·         Menahan pandangan (ghadul bashar)
·         Menjaga lidah
·         Malu (haya’)
·         Pemaaf dan sabar
·         Jujur, berhati-hatilah dengan kedustaan kecil yang akan merusak keislaman dan keimanan.
·         Rendah hati
·         Menjauhi prasangka, ghibah,dan encari cela sesama muslim.
·         Dermawan dan pemurah
·         Menjaga teladan yang baik

4.      Saya harus mengislamkan keluarga dan rumah tangga saya

Keshalihan dalam akidah, ibadah dan akhlak tidak akan sempurna kalau hanya dimiliki sendiri. Tapi semua itu harus ada ditularkan kepada orang di sekeliling kita terutama keluarga dan rumah tangga. Hal ini merupakan langkah alamiah dan harus tertata rapi dala keluarga kecil kita. Moment pernikahan bukan hanya dianggap kesakralaln belaka, tapi harus difahami, bahwa pernikahan akan dipertanggung jawabkan  di akhirat kelak. Bukan hanya waktu pernikahan, tapi pasca pernikahan dan tanggung jawab bersama dalam mendidik anak-anak.  Setelah dalam lingkup keluarga kecil ini, maka  pada akhirnya bisa menularkan ke sekeliling kita lebih luas.

Setelah ikrar diri yang empat diatas maka akan lahir tekad yang kuat sehingga bisa melahirkan dua tekad yang harus dilaksanakan, yaitu:

1.      Saya harus mengalahkan nafsu saya

Hawa nafsu akan senantiasa menemani hari-hari seorang muslim. Dan seseorang yang bisa mengalahkan nafsu inilah maka yang akan selamat dari sengatan api neraka. Dengan demikian seorang muslim sejati sudah seharusnya meniti hari dengan terus belajar dan membentengi diri dari hawa nafsu yang akan membawa diri ke ambang kesengsaraan.

Sifat-sifat Manusia

Ada dua sifat manusia yang mempengaruhi seseorang dalam menghadapi perang melawan nafsu ini ;

Ø  Tipe manusia yang dikalahkan nafsu itu sendiri
Ø  Tipe manusia yang bersungguh-sungguh memerangi nafsu dan keinginannya.

Perangkat-perangkat untuk memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu

Ø  Hati, selama hati ini lembut, jernih dan selalu dzikrullah maka nafsu bisa dikalahkan
Ø  Akal, cahaya akal tidak dapay dipadamkan kecuali oleh kemaksiatan-kemaksiatan, tidak berhenti berbuat maksiat dan enggan bertaubat.

Indikasi-indikasi kekalahan akhlak

Ketika pertahanan dan kekebalan diri manusia runtuh, maka setan menjadi kawan karibnya.
Penyakit yang berbahaya yang menimapa manusia yang kalah adalah adanya waswas yang menghinggapi.
Sarana-sarana untuk membentengi diri dari masuknya syaithan

Salah seorang ulama shalih berdasarkan perenungan dan penelaahannya, ternyata syaithan masuk melalui 10 pintu untuk mendatangi manusia
Ø   Ambisi dan buruk sangka, hadapi dengan sikap percaya dan menerima.
Ø  Kecintaan kepada makhluk dan panjang angan-angan, hadapi dengan rasa takut terhadap datangnya kematian yang akan datang secara tiba-tiba.
Ø  Keinginan santai dan bersenang-senang, hadapi dengan menyadari akan hilangnya nikmat dan buruknya hisab.
Ø  Berbangga diri, hadapi dengan selalu mengingat karunia dan rasa takut kepada akibat yang akan menimpa.
Ø  Meremehkan dan kurang menghargai orang lain hadapi dengan mengenali hak dan kehormatan mereka.
Ø  Dengki, maka hadapi dengan sikap menerima dan rela dengan pembagian yang diberikan Allah swt, kepada makhlu-makhluknya.
Ø  Riya dan ingin dipuji, maka hadapi dengan keikhlasan.
Ø  Kikir, hadapi dengan sikap bahwa akan fana-nya semua yang ada di makhluk
Ø  Sombong, hadapi dengan sikap rendah hati.
Ø  Tamak, hadapi dengan percaya bahwa semua yang ada di sisi Allah dan bersikap zuhud terhadap apa yang dimiliki manusia.

2.      Saya harus yakin bahwa masa depan adalah milik Islam

Keyakinan ini berkat dorongan beberapa faktor,yakni :
Ø  Rabbaniyah Manhaj Islam
Ø  UniversilitasManhaj Islam
Ø  Elastisitas Manhaj Islam
Ø  Kelengkapan Manhaj Islam
Ø  Keterbatasan Sistem-sistem “Wadh’iyah”


BAB KEDUA : APA ARTINYA SAYA BERAFILIASI KEPADA PERGERAKAN ISLAM
           
            Dasar untuk mengaku sebagai aktivis pergerakan Islam adalah hendaknya pada diri seseorang telah terwujud semua sifat dan karakteristik pengakuannya sebagai muslim. Sebab, pengakuan sebagai muslim merupakan dasar, sementara pengakuan sebagai aktivis pergerakan adalah bagian yang tak terpisahkan dari ketulusan dalam pengakuan seseorang sebagai penganut agama ini.

Adapun karakteristik yang harus dimiliki setiap muslim agar pengakuannya keislamannya benar adalah :

Saya Harus Hidup Untuk Islam,
Di dunia ini manusia terkelompokkan menjadi 3 :
i)        Golongan yang hidup untuk dunia.
ii)      Golongan yang tercampakkan di antara dunia dan akhirat.
iii)    Dolongan yang menganggap bahwa dunia adalah lahan bagi kehidupan akhirat.

Bagaimana saya hidup untuk Islam ?
1)      Mengetahui tujuan hidup.
2)      Mengetahui nilai dunia dibandingkan dengan akhirat.
3)      Menyadari bahwa kematian akan datang dan mengambil pelajaran darinya.
4)      Mengetahui hakikat islam.
5)      Mengetahui hakikat jahiliyyah.
Karakteristik manusia yang hidup untuk Islam
1.      Teguh dalam melaksanakan ajaran-ajaran Islam.
2.      Memiliki kepedulian terhadap kemashlahatan Islam.
3.      Bangga dengan kebenaran dan yakin kepada Allah.
4.      Senantiasa konsisten dalam memperjuangkan Islam.

Saya Harus Meyakini Kewajiban Memperjuangkan Islam,
1.      Kewajibannya sebagai perinsip.
2.      Kewajibanya sebagai Hukum.
3.      Kewajibannya Menegakkan Islam sebagai Kebutuhan Darurat.
4.      Kewajiban secara Individu dan Kolektif.
5.      Barangsiapa berjihad, sesungguhnya dia berjihad untuk dirinya sendiri.

Pergerakkan Islam : Misi, Karakteristik, dan Perlengkapannya.

1.      Misi Pergerakan Islam.
Yaitu menghambakan manusia kepada Allah swt, sebagai pribadi ataupun sebagai masyarakat dengan memperjuangkan tegaknya masyarakat Islam yang mengambil hukum-hukum Islam berdasar Alquran dan Sunnah.

            2.  Karakteristik Dasar Pergerakan Islam.
a.      Menonjolkan pergerakan yang berdasar ketuhanan (rabbaniyah)
b.      Pergerakan yang selalu independen karena lahir dari realitas masyarakat islam.
c.       Merupakan pergerakan yang progresif. Substansi keyakinan,peraturan, dan konsepnya mengenai alam, manusia dan kehidupan lebih maju dan mampu memecahkan permasalan manusia.
d.      Merupakan pergerakan yang komprehensif, dakwahnya tidak terbatas pada satu sisi tapi perbaikan dalam segala aspek.
e.      Menjauhi perselisihan fiqih
.
3. Spesifikasi Pergerakan Islam.
a.      Jauh dari kekuasaan para penguasa dan politikus
b.      Memiliki tahapan-tahapan dalam langkah-langkahnya.
c.       Mengutamakan aktivitas dan produktivitas daripada klaim dan propaganda.
d.      Mengatur nafas yang panjang, karena orang yang mengorbankan dirinya terhadap jalan dakwah ini sungguh panjang.
e.      Nyata dalam aktivitas, rahasia dalam berorganisasi.
f.        Uzlah kejiwaan bukan uzlah fisik.
g.      Tujuan tidak menghalalkan segala cara.

4. Perelengkapan Pergerakan Islam
a.      Memiliki keimanan yang kuat, dalam,suci, dan kekal, meyakini bahwa pertolongan Allah pasti ada.
b.      Meyakini jalan yang mereka tempuh serta keistimewaan dan kebaiknnya.
c.       Meyakini persaudaraan antar muslim.
d.      Meyakini agung dan besarnya pahala.
e.      Meyakini akan diri mereka sendiri, bahwa mereka ditakdirkanuntuk menyelamatkan semesta.
Dan perlengkapan yang lain adalah jihad fi sabilillah.

Saya Harus Mengetahui Jalan Pergerakan Islam.
Landasan dan alur pemikiran dan tujuan akhirnya haruslah diketahui, agar tidak salah menempatkan.

Saya Harus Mengetahui  Dimensi-Dimensi  Afiliasi Saya Terhadap Pergerakan.
1.      Afiliasi dalam Akidah
2.      Afiliasi Dalam Tujuan

Saya Harus Mengetahui  Poros-Poros Perjuangan Islam.
1.      Poros Perjuangan Islam
a.      Kejelasan Tujuan
b.      Kejelasan Jalan, ada beberapa karakter jalan yang harus ditempuh oleh pergerakan islam, yakni:
·         Bersifat Transformatif
·         Bersifat Komprehensif
·         Bersifat Universal
c.       Komitmen Terhadap Jalan Rasulullah saw

2. Posisi Kekuatan Fisik dalam Strategi  Pergerakan

Saya Harus Mengetahui Persyaratan Baiat dan keanggotaan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
ü  Kualitas bukan Kuantitas.
ü  Baiat Dan Hukumnya.
ü  Ketaatan dan Hukumnya.
ü  Rukun-rukun baiat.
1)      Al-fahmu (pemahaman)
2)      Al-ikhlas (keikhlasan)
3)      Al-amal (amal)
4)      Al-jihad (jihad)
5)      At-tadhiyah (pengorbanan)
6)      At-tha’ah (ketaatan)
7)      Ats-tsabat (keteguhan)
8)      At-tajarud (dedikasi)
9)      Al-ukhuwah (persaudaraan)
10)  Ats-tsiqah (kepercayaan)


Kewajiban-Kewajiban Akhi Muslim
Kewajiban akhi muslim ini bukan hanya sekedar terhadap diri, tapi menyangkut terhadap rumah dan masyarakatnya. Secara ringkas ada 38 kewajiban yang harus dilakukan, yakni :
1)      Membaca wirid harian tidak kurang dari satu juz per hari
2)      Membaca, mendengarkan, merenungkan setiapkandungan isi Al-quran dan mempelajari shiroh Nabawi dan siroh para salaf.
3)       Chek-up kesehatan.
4)      Hindari konsumsi teh,kopi dan perangsang lainnya secara berlebihan.
5)      Perhatikan kebersihan diri dan lingkungan.
6)      Berkata jujur dan tidak berbohong
7)      Menepati janji.
8)      Menjadi seorang yang pemberani dan tabah.
9)      Bersikaplah tenang dan selalu mengutamakan sikap serius.
10)  Jadilah orang pemalu, halus perasaan, segera merasakan pengaruh kebaikan dan keburukan.
11)  Jadilah orang yang adil dalam setiap keadaan.
12)  Menjadi orang yang enerjik dalam membantu pekerjaan umum.
13)  Memiliki hati yang penyayang, pemurah dan berlapang dada.
14)  Pandai membaca dan menulis yang disertai menuntut ilmu  serta mendalami jikalau anda seorang spesialis.
15)  Tekuni pekerjaan yang bernilai ekonomis.
16)  Jangan berambisi dalam jabatan, anggaplah itu intu rezeki yang tersempit, tetapi bila hal itu datang jangan menolaknya.
17)  Memiliki minat yang tinggi dalam menjalankan profesi
18)  Berfsikap baik dalam menuntut hak
19)  Jauhilah perjudian
20)  Jauhilah riba dalam seluruh muamalah.
21)  Bantulah perkembangan perekonomian islam.
22)  Berpartisipasilah dalam berdakwah dengan sebagian dari harta anda.
23)  Menabung untuk hal-hal yang tak terduga.
24)  Berusahalah semampu mungkin untuk menghidupkan tradisi muslim.
25)  Boikotlah pengadilan adat dan yang tak berbau islami.
26)  Senantiasa menyadari akan pengawasan Allah.
27)  Bertaharah secara baik dan benar.
28)  Laksanakanlah shalat secara baik.
29)  Berpuasalah di bulan ramadan dan berhaji jika mampu.
30)  Azamkan dalam diri niat berjihad dan mati syahid.
31)  Bertaubat dan beristighfar.
32)  Bermujahadahlah agar bisa mengendalikan hawa nafsu, tahan pandangan, kendalikan hati dan selalu mengarahakan pada hal-hal yang baik.
33)  Hindari khamr, miras, obat penenang dan sejenisnya.
34)  Jauhilah sahabat yang buruk dan tempat maksiat.
35)  Perangilah tempat hiburan, alih-alih mendekatinya serta jauhi gaya hidup mewah.
36)  Kenalilah anggota group dan pahamilah hak-hak mereka.
37)  Lepaskan semua keterikatan anda dengan kelompok manapun yang tidak memberikan kemashlahatan pada fikrah.
38)  Berusahalah berdakwah di setiap tempat dan beritahukanlah kepada pimpinan segala keadaan anda.

Wirid Rabhitah
Melakukan wirid rabhhutah dengan penuh perenungan dan khusu.


                        WASSALAM