Penayangan bulan lalu

Kamis, 04 Agustus 2016

KADO KEMERDEKAAN DI NEGERI CARUT MARUT

Ilustrasi dari antarakalbar.com



Teringat kala SD, kebagian tugas membacakan Pembukaan UUD 1945. Langkah tegap dan sigap membuka map, lalu dibentangkan ke depan dengan penuh semangat membacanya. Kalimat yang melekat di kepala sampai remaja, bahkan dewasa sampai hari ini adalah, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan”.
Kalimat dari alinea awal tersebut, bukan dibuat kebetulan dan main-main. Pendiri bangsa ini sudah betul-betul memusyawarahkan sehingga keluar kalimat yang membuat merinding ini. Saya sih membayangkan bahwa panitia 9 yang dibentuk BPUPKI ini, yang 8 orang diantaranya adalah muslim yang shalih, mereka selalu meminta petunjuk pada Allah agar dimudahkan dalam membentuk susunan kalimat yang bukan sekedar rangkaian kata-kata biasa, tapi kalimat sarat makna karena ke depannya akan dijadikan sebuah Konstitusi sebuah Negara yaitu INDONESIA.
Tatapan mata belia saya, ditambah gelora jiwa yang membahana kala upacara itu, serasa memiliki ruh dalam membacakannya. Pesan yang disampaikan yang menambah nilai sakral sebuah kebiasaan yang namanya Upacara Bendera tiap hari senin, sepertinya menuai sedih di hari ini.  Hari ini negeri tercinta bagai tak sanggup mewujudkan kalimat sakti yang tercantum di Muqadimah UUD 1945, yang asalnya merupakan Piagam Jakarta ini. Penjajajahan diatas dunia yang harus dihapuskan, agaknya bagai selogan belaka. Karena sesungguhnya kita seperti digiring untuk mewujudkan daerah jajahan asing lagi.
Berita di berbagai media tak bisa dipungkiri, kalau ternyata jengkalan tanah yang diperjuangkan oleh pahlawan bangsa ini akan tergadai kepada cukong-cukong asing yang diberikan keleluasaan oleh sang Raja. Perjuangan dan tumpahan darah dalam nuansa merebut kemerdekaan, sepertinya hanya ada dalam pelajaran sejarah di sekolah - sekolah. Ironis dan Pragmatis.
Usia merdeka bumi pertiwi yang ke-71, sejatinya belum sepenuhnya terbebas dari penjajahan. Problematika bangsa yang beraneka wajah, seolah berlomba menghampiri dan menyatu dalam sebuah keterpurukan. Bukan hanya melulu ekonomi, tapi negeri ini sedang mengalami krisis di segala lini. Tengok saja dalam setahun terakhir ini, berbagai masalah muncul menghiasi layar kaca. Kasus pemerkosaan Yuyun hingga tewas, benar-benar mengoyak hati para orang tua. Was-was dan rasa takut yang membayangi para ibu, senantiasa membayangi dalam pikiran. Belum lagi masalah LGBT yang selalu menarik dibicarakan, hal ini juga membuat ngilu tak terperikan bagi insan-insan yang memegang teguh norma Agama.
Kaum remaja masa kini, dengan gaya yang memperihatinkan adalah buah dari penjajahan asing uang selama ini tidak kita sadari. Kalaulah dulu, mereka terang-terangan mengeruk hasil alam dan mendudukinya secara lahiriah, tapi penjajah masa kini menelusup masuk ke ruang-ruang pribadi yang bernama televisi. Tayangan sinetron yang menjual gaya hedonisme yang diperjuangkan kaum sekuler, telah mendapatkan tempat di hati kawula muda. Di kalangan Netizen, kita dikagetkan dengan sosok Awkarin yang telah menjelma menjadi idola para remaja.  Menjadi idola bukan karena sosoknya sebagai gadis ceria berhijab yang tinggal di kepulauan Riau dengan prestasi luar biasa dengan Nem tertinggi yang rata-rata nilainya 9,5.  Tapi Awkarin telah menjadi sosok terkenal dan fenomenal justru setelah terperosok ke dunia sekarang, yang jauh ketiak 3 tahun lalu berprestasi. Disini saya tak akan membahas jauh tentang gadis ini, silahkan deh cari sendiri. Hanya yang menjadi perhatian, betapa rapuhnya moral bangsa ini yang sangat gampang terpengaruh dunia luar.
Siapa yang harus dipersalahakan ? Yang jelas jangan sampai menyalahkan pendahulu bangsa ini, yang telah bersusah payah ingin menjadi bangsa beradab dan disegani di mata dunia. Banyak elemen yang harus bersatu padu untuk menyelamatkan negeri tercinta ini. Keluarga dan orang tua yang sangat punya peranan sentral dalam  melahirkan pribadi tangguh di masa datang, betul-betul harus kembali pada tatanan nilai dan norma Agama yang serasa kendur selama ini. Setelah keluarga barulah peran sekolah yang membawa anak terbentuk menjadi teladan dalam kehidupannya. Ini betul-betul harus menyatu, karena lingkungan kondusif di sekolah tapi situasi rumah yang carut marut, maka akan terjadi ketimpangan.
Sangat banyak problematika negara ini, selain ekonomi dan akhlak remaja, kedaan suhu politik kita cenderung carut marut. Pergantian para penguasa, otomatis selalu mengubah kebijakan yang ada sebelumnya sehingga rakyatlah yang merasa kebingungan. Nah, apakah ini kado kemerdekaan yang ke-71 tahun ini ?

DIRGAHAYU NEGERIKU, DIRGAHAYU BANGSAKU.

Rabu, 27 Juli 2016

BERDOA LAKSANA MENGAYUH SEPEDA





Ibarat mengayuh sepeda, berdoa harus terus dikayuh, sampai sepeda itu tiba di tujuan. Jalanan terjal, curam, menanjak, menukik, menurun, penuh liku dan banyak lobang menganga, yang apabila tidak hati-hati akan terperosok. Namun semua itu harus dilalui tanpa kenal lelah, demi asa yang kita kejar akan menghampiri kita.

Ketelitian dan kesabaran yang menantang, serta ujian yang beraneka rupa senantiasa menjadikan kita untuk berhenti dalam mengayuh doa tesebut, yang padahal berdoa merupakan senjata kaum mukminin. Allah selalu memberikan sesuatu yang pas buat umat manusia. Bahkan di luar dugaan kita. Hanya manusia selalu tak sabaran dan tergesa-gesa, malahan tak jarang berprasangka buruk pada Yang Maha Kuasa.

Ketergesa-gesaan merupakan sifat fitrah yang menempel di diri manusia. Dan dengan berdoa, sebenarnya manusia diajak juga untuk bersabar sehingga sifat yang gerasa-gerusu dapat terlatih, pembawaan tenang menjadi bagian dalam hidupnya, sehingga pada akhirnya tahu-tahu hajat terkabul Allah swt.

Kisah-kisah Keajaiban bersabar dalam berdoa, sebenarnya banyak sekali kita temui. Dari kisah teman, kisah keluarga, bahkan dengan kisah kita sendiri. Kita terkadang sering dihinggapi kejutan-kejutan yang Allah berikan, yang padahal merupakan jawaban dari rentetan doa yang kita panjatkan.

Doa tidak selamanya harus dikabulkan sesuai permintaan, tapi terkadang Allah akan menggantinya  dengan yang lain, bahkan jauh lebih baik daripada yang kita pinta. Dalam kehidupan kita pribadi, berapa kali kita ditolong Allah yang padahal diluar dari doa-doa kita. Kita juga dapat mengambil pelajaran dari kisah kehidupan orang lain, bisa teman karib, saudara  atau kisah orang berhasil lainnya yang dapat kita jadikan cermin dalam mengarungi kehidupan ini.

Allah selalu Maha Mengetahui di luar kemampuan yang kita harapkan. Yang penting manusia tak boleh bosan dalam berdoa. Karena selalu ada rahasia dibalik doa yang kita panjatkan. Ketika Allah SWT mengabulkan do'a,  itu pertanda Allah sedang menambah keimanan kita. Namun ketika Allah menunda doa yang kita lantunkan, itu pertanda Allah sedang mengajak kita bersabar. Yang pada gilirannya Dia akan memberikannya di saat yang tepat. Sedangkan ketika Allah tak menjawab doa kita, bisa jadi Allah sedang mempersiapkan  yang lebih baik untuk kita, tanpa kita duga.

Empat  tahun lalu, dunia penerbangan Indonesia pernah dikejutkan dengan jatuhnya pesawat sukhoi di sekitar Gununung Salak Bogor. Ada kisah unik yang mengharu biru, dimana karena kekuatan doa seorang mantan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarpo, selamat dari tragedi tersebut.

Suharso, termasuk orang yang batal naik pesawat penumpang Sukhoi Superjet 100. Padahal sebagai orang yang berniat membeli pesawat penumpang Sukhoi, beliau dan keluarga sempat naik ke dalam pesawat tersebut. Di atas pesawat tersebut, Suharso sempat melihat kondisi fisik serta berbincang-bincang dengan perwakilan Sukhoi Rusia, pilot pesawat, dan penumpang lainnya. Hanya tiba-tiba, isterinya beralasan, terbang bersama yang diperkirakan berlangsung beberapa puluh menit tersebut terlampau lama. Akhirnya, Suharso beserta keluarga pun meninggalkan pesawat.

Sekitar 90 menit kemudian, Suharso memperoleh kabar bahwa pesawat yang hampir ditumpanginya tersebut kehilangan kontak. Ini sungguh bukan karena kebetulan, tapi benar-benar anugerah dari Allah akan kegigihannya dalam berdoa. Isterinya selalu mendoakan setiap saat akan keselamatan suaminya. Dan ketika ada rasa ragu  yang sedikit terlintas, maka Suharso lebih memilih minta pendapat kepada orang yang beliau percayai, yaitu ISTERI. Hal inilah yang membuat Suharso bersujud syukur akan anugerah yang Allah berikan kepada diri dan keluarganya.

Demikianlah cara terindah Allah dalam mengabulkan doa umat-Nya. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan imam Ahmad dari Abu Said al-Khudri Rasulullah saw bersabda, “Tiadalah seorang mukmin memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi, melainkan Allah akan memberi padanya tiga hal; Allah akan segera mengabulkan doa tersebut, Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan Allah akan menhgundarkan darinya kejelekan yang semisal. Para sahabat lantas mengatakan, “kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa” Nabi saw lantasberkata,”Allah nanti yang memeperbanyak mengabulkan doa-doa kalian”. (HR. Ahmad).

Dari hadist di atas, jelaslah bahwa sebenarnya Allah membagi 3 cara dalam mengabulkan doa hamba-Nya.
1.      Langsung mengabulkan sesuai yang dipanjatkan.
2.      Menunda untuk sementara waktu sampai waktu yang tepat dan mengganjarnya  dengan pahala Akhirat.
3.      Menggantinya dengan yang semisal yang luar biasa nikmatnya.

Allah senatiasa mengetahui akan apa yang kita butuhkan, ketika kita berdoa meminta rizqi yang banyak, tetapi Allah menggantinya dengan yang sebanding, misalnya mengantikan kita kesehatan yang segar bugar. Ini merupakan nikmat yang tiada tara, karena ketika kita sakit, sudah barang tentu kita akan kehabisan uang untuk berobat.  Sementara dengan nikmat sehat tentunya ini sebuah rizqi yang patut kita syukuri.

 Dan seandainya doa yang kita panjatkan tidak kita temui di dunia ini, niscaya Allah akan memberinya di Akhirat kelak, sebagai pahala yang tak dapat kita bayangkan. Semakin kita banyak berdoa, maka akan semakin banyaklah pundi-pundi amal yang akan kita raih.



SELAMAT BERDOA......!

Senin, 04 Juli 2016

SYAWAL BULAN PENINGKATAN


Alhamdulillah, tak terasa sudah sampai di penghujung bulan Ramadhan. Tinggal sekali tarawih lagi nanti malam. Setelah itu, kita akan melewati syawal, yang memiliki makna "Bulan Peningkatan".

Seberapa besar hikmah yang dapat kita ambil selama Ramadhan, harusnya jadi pemicu untuk bulan syawal. Berapa puluh kali kita melakukan shaum, berarti sebanyak itu pula sebetulnya kita lebih meningkat dalam segala amal.

Ketika Ramadhan menyapa kita, Alquran selalu dibaca, bahkan dibikin sebuah target, bahwa sebulan harus khatam sekian dan sekian. Ketika berencana, ternyata Allah selalu memudahkan untuk senantiasa melaksanakannya. Tentu ini sebuah Rahasia yang Allah berikan.

Kalau di Bulan Ramadhan bisa, sudah barang tentu di bulan berikutnya, pasti bisa. Semua tergantung nawaitu dan komitmen terhadap sebuah pekerjaan.

Setelah RAMADHAN berlalu, seharusnya bisa meramadhankan setiap bulan. Hati terpaut sama kebenaran, kekhusuan, berlomba dalam kebajikan, dan selalu mengejar derajat ketaqwaan. Karena tujuan perintah shaum, adalah menuju supaya menjadi orang yang bertaqwa.

Selama Ramadhan, tentu tak dapat semua target terealisasi. Selalu ada yang kurang, yang karena lalai atau memang ada halangan yang tak bisa dipungkiri sehingga target tak tercampai. Kalau begitu adanya, bulan syawal harus dijadikan sebagai pemenuhan target yang tertunda itu.

Allah tak berkehendak kalau umatnya terjebak glamour LEBARAN. Makanya Allah mensyari'atkan pada kita untuk syaum sunah 6 rakaat di bulan syawal. Pahala sangat besar yakni semisal puasa setahun penuh.

Tsauban, bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fithri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.”  (HR. Ibnu Majah no. 1715. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Kalau kita buka tentang hadist tersebut, kenapa shaum sunnah 6 hari di bulan syawal sama seperti menyempurnakan puasa setahun penuh ?

Seorang mukmin tentunya pernah mengetahui, kalau amal seorang umat Nabi Muhammad akan Allah ganti dengan 10 Kebaikan. Kalau seorang melakukan full sebulan puasa Ramadhan, tentu balasannya 10 bulan kebaikan. Dan ketika melaksanakan 6 hari puasa sunah syawal, berarti akan Allah ganti dengan 60 hari (2 bulan). Itu berarti 10 bulan + 2 bulan  = 12 bulan atau setahun.

Baik Sahabat semua,
Selamat mempersiapkan diri untuk menyongsong Syawal dengan rangkaian kebaikan lainnya.

Sabtu, 02 Juli 2016

MUDIK ASYIK JANGAN TINGGALKAN SHOLAT

MUDIK ASYIK YANG RAPI JALI

Musim mudik sudah tiba, kaum urbanpun tak mau ketinggalan dengan moment tahunan ini. Semangat silaturahmi yang unik, dan mungkin hanya ditemui di Negeri tercinta, INDONESIA.

Kendaraan yang digunakan beraneka rupa, dari sepeda motor biasa, hingga naik pesawat bagi yang kelebihan dana.

Bagi pemudik,  macet adalah hal biasa. Sehingga harus disiapkan kesabaran tingkat tinggi. Bagi pengguna mobil pribadi, jadwal perjalanan bisa di setting sendiri. Tapi bagi pengguna mobil umum, tentunya harus mengikuti aturan pak Sopir Dan Kondektur.

Biar mudik lebih tertib, bagusnya dipersiapkan jauh-jauh hari. Apalagi yang punya Baby Balita, pasti butuh tenaga ekstra. Popok yang harus siap sedia, makanan pelengkap di perjalanan dan tetek bengek khas balita, apalagi pakai susu Formula, tentunya air panas harus siap sedia.

Selain persiapan yang matang, ada hal yang sangat penting yang akhir-akhir ini suka dilalaikan para pemudik, yaitu sholat 5 waktu.

Untuk yang sedang melakukan perjalanan, Allah memberi keringanan dengan tidak berpuasa. Tapi untuk shalat, Allah sangat tegas agar manusia tak lalai melakukannya. Tapi Allah cukup memahami keadaan makhluknya. Makanya diberi rukhsoh dengan adanya Jama' dan Qoshar.

Shalat Jama', adalah sholat penggabungan dari dua waktu sholat. Tapi tak berlaku untuk sholat shubuh. Dan sholat jama' ini terbagi dua, bila penggabungan waktu sholat maju ke depan, berarti jama' Takdhim, sedangkan untuk penggabungan waktu sholat mundur, disebut jama' Takhir. Contohnya si pemudik ingin sholat asyar tapi mau dirangkai dengan dzuhur dengan waktu dzuhur, berarti ini termasuk jama' takdzim.

Oia, selain bisa di jama', buat pemudik bisa juga di Qoshar loh, yaitu meringkas jumlah rakaat sholat menjadi 2 rakaat dari 4 rakaat. Tentu temen-temen tahu kan, sholat apa saja yang 4 rakaat.

Nah, ga sulit kan ? Jadi tak ada alasan untuk meninggalkan sholat. Kalau mudik identik dengan silaturahmi yang sunah, kenapa harus meninggalkan sholat yang jelas wajib.

Selama Mudik....

Selasa, 28 Juni 2016

MERETAS KEKHUSUAN DALAM DEKAPAN I'TIKAF

I'tikaf, sangat populer ketika masuk 10 hari terakhir. Tentang keutamaannya,  banyak membuat kita tercengang karena begitu sarat pahala. Terutama sekali mengharapkan sebuah fadhilah malam lailatul Qodar. Sebuah malam yang full istimewa, yang diberikan untuk orang istimewa dari kalangan umat istimewa yaitu umat Rasulullah Muhammad saw.

Sebenarnya I'tikaf itu sendiri bermakna diam di masjid dengan berniat mendekatkan diri pada Allah yang Maha Rahman, Maha Rahim. Dan kegiatannyapun, tak melulu di 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan. Karena Rasulullah sendiri selalu melaksanakan i'tikaf ini di malam lain.

Dari beberapa sabda  Nabi, yang memberi isyarat akan pentingnya i'tikaf di 10 malam terakhir. maka banyak orang yang sengaja menyempatkan diri untuk meluangkan waktunya beri'tikaf di penghujung Ramadhan ini.

Penulis sendiri untuk tahun ini berkesempatan melakukannya di Masjid Annur, milik PT Bio Farma pabrik vaksin terbesar se-Asia Tenggara. Alasannya lebih dekat ke rumah, ditambah fasilitas akses yang sangat mudah.

Masjid Annur ini terletak, di jl Pasteur bersebelahan dg RSUP Hasan Sadikin kota Bandung. Masjid ini sangat khas karena keunikan yang terpancar didalamnya. Dari mulai bentuk ujung menara, ornamen, aksesoris dan bentuk lengkungan di setiap sisinya.

Konon, karena  Masjid An-Nuur Bio Farma, merupakan bangunan Heritage yang sengaja melengkapi bangunan heritage yang ada di wilayah Pasteur. Hal ini menonjol dengan bentuk lengkungan yang selaras dengan bangunan Bio Farma dan bangunan lawas lainnya di sekitar.

Ketika masuk ke ruang utama, jamaah disuguhkan nuansa Masjidil Haram dengan replika pohon kurma, yang daunnya menyala di malam hari.

Selain kenyamanan bagi jamaah i'tikaf dengan ruangnya yang fresh, jamaah juga dimanjakan dengan fasilitas FREE makan berbuka dan sahur. Sehingga peserta tidak disibukkan harus keluar masuk makan. Semua difasilitasi pihak Pabrik Bio Farma.

Dalam membuat tulisan ini, kami sekeluarga berkesempatan I'tikaf di malam ke-26. Berbeda dengan pemburu i'tikaf lain, yang selalu hadir di malam ganjil. Karena di malam genap inilah, maka suasana lebih lengang. Bahkan ngantri jatuh makan berbuka sahur juga, sangat santai kalau dibanding malam ganjil.

Setelah tarawih, jemaah i'tikaf disuguhkan dengan siraman Rohani dari para ustadz kenamaan di kota Bandung. Dan pihak manajemen masjid sepertinya menangkap akan beraneka ragamnya latar belakang peserta i'tikaf. Makanya, ustadz yang ceramahpun bergantian tiap malamnya dan mewakili haroqah yang ada di kota Bandung.

Ibadah i'tikaf ini akan hambar bila tidak dilengkapi dengan Qiyamul lail. Sejak pukul 01.30, panitia sudah mewartakan agar jamaah bangun, untuk mempersiapkan diri menikmati Qiyamul lail yang akan dilaksanakan pukul 02.00. 

Untuk mengikuti ibadah ini agar lancar dan terasa nikmat, pysik juga harus benar-benar dipersiapkan. Karena posisi berdiri dengan alunan surat panjang tiap rakaatnya, tentu akan terasa melelahkan. Makanya, diantara mereka yang punya keluhan dengan badannya, lebih memilih sholat sambil duduk. Padahal sang Imam disini, cuma satu juz membacanya. Berbeda kalau i'tikaf di Masjid Haabiburrahman yang dua juz per malamnya. Kumandang doa Qunut Nazilahpun menyertai jamaah yang nyaris setengah jam di penghujung shalat witir.

Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terukur, karena dekapan i'tikaf masih menghampiri. Kita tak akan mengetahui, apakah di saat mendatang, Ramadhan masih menyapa kita.

An-nur 26 Ramadhan 1437 H


Senin, 27 Juni 2016

SAHUR 5000, BUKA 50.000

SAHUR 5000, BUKA 50.000
.
.
Semangat bukber, sepertinya telah menjadi sesuatu yang unik dan terjadi di setiap komunitas.

Lihat saja, nyaris status kontak kita menampilkan photo-photo narsis saat berbuka puasa (bukber). Wajah yang sumringah nan senyum yang merekah. Plus, tak lupa upload menu makanan yang jadi santapan sore itu.

Wajah suka cita ini, bukan cerminan dari keadaan senang yang palsu. Tapi memang keadaan bahagia ini, adalah janji-Nya dimana memang orang yang berpuasa, akan diberikan dua kebahagiaan yang salah satunya adalah kebahagiaan kala berbuka.

Kalau sekali-kali acara ini boleh-boleh saja, apalagi dapat mempererat tali silaturrahim. Tapi kalau menjadi ketagihan, hati-hati karena perbuatan ini akan menguras isi .dompet kita. Terang saja, kalau masakan rumahan dengan modal 50.000 bisa buat ber-sepuluh, tapi di cafe atau restoran, 50.000 hanya puas untuk sendirian.

Mendingan, kalau bukbernya di rumah pejabat atau di "Aghniya" alias orang kaya. Bahkan kalau di orang seperti ini, selain puas makan selalu ada salam tempel juga.
Tapi..... Ga sembarang juga bisa makan di tempat seperti ini, harus ada kedekatan tersendiri pada pengundang.

Nah, ada bagusnya agar hati plong, jadikanlah bukber sebagai bagian dari perencanaan keuangan kita. Masukkan kegiatan ini sebagai bagian dari biaya liburan atau rekreasi bulanan anda. Sisihkan sedikit dari penghasilan, untuk supaya bisa berbuka bareng.

Minggu, 26 Juni 2016

JANGAN ADA NARKOBA DI ANTARA KITA




Mendengar kata narkoba, mengingatkan pada sosok manusia kurus kerempeng, mata sayu tak bertenaga, pipinya tirus pucat dan lekukan tulang yang kelihatan. Dan kalau diilustrasikan, disampingnya ada bong penghisap ganja, jarum suntik dan beberapa pil syetan. Sangat mengerikan, dan orang tua yang penyayang pasti bilang, “amit-amit jabang bayi, kalau punya anak hamba narkoba”.

Sahabat semua, tanggal 26 juni  adalah Hari Anti Narkoba Internasional.  Kita memperingatinya tak perlu upacara bendera seperti hari kemerdekaan. Tapi marilah sejenak memikirkan dari bahaya narkoba ini yang merongrong peradaban Indonesia.

Ironis memang, orang pada kenal akan bahaya narkoba, tapi dari hari ke hari, seakan bertambah saja pengguna narkoba ini, setiap hari di berbagai media selalu ada saja yang tersandung narkoba. Bahkan jika yang tersandung kasus ini seorang  public figur, seperti artis atau pejabat, beritanya sungguh masif dan cetar membahana. Bahkan digoreng sedemikian rupa hingga berita menjadi sangat menarik dan memiliki nilai jual. Padahal pengguna narkoba ini, dari kalangan biasa juga banyak, bahkan boleh dibilang lebih banyak.

Kalau melihat fenomena seperti ini sepertinya sudah pas kalau negeri tercinta ini termasuk kategori “DARURAT NARKOBA”. Beberapa bulan lalu, kita dikagetkan oleh tertangkapnya bupati terpilih di Sumatera selatan. Orangnya muda, tampan, energik, mapan, dan memiliki keturunan yang baik, karena orang tuanya adalah mantan bupati juga. Tapi gara-gara narkoba ini, karier, reputasi, keluarga semua jadi korban.

Sudah jelas bahwa ini merupakan sebuah ancaman bagi para pemuda Indonesia untuk masa depan bangsa dan juga masa depan dirinya. Benar-benar ini tugas bersama, bukan saja para orang tua dan guru, tapi menjadi tugas negara dan para elemen didalamnya. Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba benar-benar telah merusak karakter manusia, merusak fisik, dan kesehatan masyarakat. Dan bila dibiarkan, maka Indonesia di masa yang akan datang barangkali Cuma cerita saja, naudzubillah.

Dari data yang dirilis tahun 2014 oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), menunjukkan angka prevalensi penyalah guna Narkoba sebanyak 2,18% dari total penduduk Indonesia, atau kurang lebih sekitar 4 juta jiwa. Itu yang baru terdeteksi BNN. Jumlah yang fantastis kalau dibandingkan dengan jumlah pengusaha Indonesia yang masih dibawah angka 2%. Kalau hal ini terus dibiarkan, bisa jadi penyalah guna narkoba ini, akan menjadi 5 juta jiwa untuk tahun 2020.

Dari data BNN tersebut, ternyata penggunanya bukan melulu remaja.  Tapi pemakainya menyebar dari angka 10-59 tahun. Sangat mnyedihkan, apalagi peningkatannya sampai 2x lipat dibanding hasil penelitian 2008.

Ketahanan keluarga sangat dominan, orang tua saat ini harus melek informasi tentang narkoba. Pendekatan agama sangat penting sejak dini, agar  buah hati tak termakan dari lingkaran syaithan yang mematikan ini.

Penyebaran narkoba ini sangat tumbuh subur di Indonesia. Bahkan sasarannya, bukan hanya dewasa, tapi termasuk bocah yang masih polospun jadi sasaran empuk para durjana. Beberapa waktu lalu, kita dikagetkan dengan ditemukannya permen yang digandrungi anak-anak yang ternyata mengandung zat adiktif yang membahayakan karena membuat orang tersebut jadi ketagihan.

Istilah "Narkoba" itu sendiri merupakan akronim dari Narkotika dan obat-obatan terlarang. Narkotika yang memiliki pengertian, "Zat yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang menggunakannya, dengan memasukkan ke dalam tubuh". Pengaruh tersebut bisa melalui pembiusan, hilangnya rasa sakit, semangat yang tiba-tiba menyala, bahkan di banyak kasus, orang yang menjadi penghamba narkotika seringkali timbul halunisasi dengan khayalan-khayalan.

Ada 3 Golongan Narkotika :
  1.  Kategori sangat berbahaya. Daya adiktifnya sangat tinggi, biasanya digunakan untuk penelitian yang sifatnya ilmiah. Contohnya : ganja, heroin, kokain, morfin, Dan opium.
  2. Kategori narkotika yang memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contohnya : petidin, benzetidin, dan betametadol.
  3. Kategiri dengan zat adiktif ringan, seperti kodein dan turunannya.
Selain Narkotika, yang termasuk narkoba ada psikotropika dan zat adiktif lainnya.

psikotropika

psikotropika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintetis, yang memiliki khasiat psikoaktif  melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang mengakibatkan perubahan khas pada aktivitas normal.

Sedangkan yang dimaksud zat adiktif lainnya adalah zat-zat selain narkotika dan psykotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya. Misalnya rokok,tiner,  cat bensin, dan jenis lainnya yang memabukkan.

Setelah mengenal jenis narkoba, tugas kita adalah mengedukasi keluarga, tetangga dan seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Narkoba sebagai musuh utama. Mengapa musuh utama ? karena kalau hal ini dibiarkan, maka akan merusak generasi bangsa, yang pada gilirannya bangsa ini akan lemah dan akan dikuasai bangsa lain. Dan bisa jadi nama Indonesia tinggal kenangan.

(Tiesna)